Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Apa Tanggung Jawab Sosial Bisnis atau CSR?
Dalam dunia bisnis istilah ini disebut dengan Corporate Social Responsibility atau disingkat CSR. CSR mulai diperbincangkan setelah ditemui banyak masalah yang timbul dari bisnis yang tidak sehat atau kurang memperhatikan masyarakat.
Banyak perbedaan pendapat mengenai CSR. Ada yang berpendapat bisnis hanya bertanggung jawab sebatas mutu dan harga produk. ada yang mengatakan bisnis tidak boleh meraup untung terlalu banyak. namun secara umum CSR meliputi aspek berikut;
Tanggug jawab terhadap masyarakat dan lingkungan
Seperti polusi, limbah, kontaminasi zat-zat berbahaya, pencemaran udara, air, dan tanah.
Tanggung jawab terhadap konsumen
Dengan memberikan hak-hak konsumen. seperti perlindungan, informasi produk, dan lain-lain.
Tanggung jawab terhadap investor
Misalnya menghindari manipulasi yang merugikan investor.
Tanggung jawab terhadap karyawan
Tanggung jawab terhadap karyawan adalah tanggung jawab yang musti diperhatikan oleh pebisnis. dalam islam dinyatakan bahwa " membayar kerja karyawan bahkan sebelum keringatnya kering". Pebisnis memiliki tanggung jawab urgen bagi karyawan. kebutuhannya, upahnya, toleransi agamanya, perlindungan kerja, dan tanpa ada diskriminasi.
Pengertian Bisnis
Bisnis merupakan suatu organisasi yang menjual barang atau jasa
kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Hal itu
dirangkum menurut ilmu ekonomi. Secara historis kata bisnis dari bahasa
inggris business, dari kata dasar busy yang berarti
“sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam
artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan
keuntungan. Sedangkan dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis
dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan
meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari
sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau
kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar
keuntungan seperti ini, misalnya bisnis kooperatif yang bertujuan
meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah
yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti
ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan
dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.Menurut ilmu etimologi, bisnis merupakan keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata bisnis sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung lingkupnya seperti penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya bisnis pariwisata. Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa.
Pengertian bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktivitas dan institusi yang memproduksi barang dan jasa dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan bisnis dalam arti sempit merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang dan jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan (Griffin & Ebert). Bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat (bussinessis then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society) (Huat, T Chwee, 1990). Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa bisnis adalah kegiatan yang dilakukan individu atau sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.